Mengapa Lama Seleksi Eselon I Kemenag?

Bagikan:

DANAU-TOBA.COM, JAKARTA — Hampir 4 bulan seleksi Eselon I pada Kementerian Agama (Kemenag) belum juga rampung. Padahal Pengumuman Nomor 01-M/PANSEL/04/2020 Tentang Seleksi Terbuka Calon Pejabat Pimpinan Tinggi Madya Kementerian Agama Tahun 2020 sudah diketahui publik. Kemenag sedang mencari 5 Pimpinan Tinggi Madya Eselon 1 untuk posisi Kepala Balitbang, Inspektur Jenderal, Direktur Jenderal (Dirjen) Pendidikan Agama Islam, Dirjen Agama Hindu dan Dirjen Bimas Katolik. Masyarakat Katolik bertanya: Siapa sosok calon Dirjen Bimas Katolik?

Seleksi calon Dirjen Bimas Katolik yang berlangsung sejak bulan lalu menyisakan 6 nama. Mereka adalah Prof. Adrianus Meliala, Ph.D, Suparman (Eselon II pada Kementrian Kemaritiman), Dr. Agustinus Wisnu Dewantara, SS, M.Hum (Dosen Sekolah Kateketik Madiun), Yohanes Bayu Samoedro, M.Pd. (Dosen pada sebuah sekolah tinggi), Dr. Jelamu Ardu Marius, M.Si (Kepala Biro Humas dan Protokol Setda NTT) dan Drs. Ignasius, IK, M.Si (Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kalimantan Barat).

Dari 22 bakal calon Bimas Katolik tersebut melalui tes CAT (Computer Assesment Test), Suparman menduduki peringkat 1. Suparman menempati posisi tertinggi dari 6 calon yang lolos seleksi. Berikutnya Kemenag akan menyeleksi 3 orang untuk diusulkan kepada Presiden.

Suparman sendiri sudah berpengalaman di birokrasi. Ia pernah menjadi Kepala Biro Perencanaan Menko Maritim dan berhasil menaikkan 100 persen anggaran Menko Maritim. Selain itu, Suparman memiliki jaringan nasional dan kompetensi di bidang perencanaan dan program yang nantinya dibutuhkan Bimas Katolik. Sebagai Asisten Deputi di Menko Maritim, ia memiliki kemampuan koordinasi antarkementrian di bawah Menko Maritim, berintegritas, terbuka, dan siap bekerjasama dengan lembaga gereja di Indonesia.

Saat ini, Prof. Adrianus menjabat sebagai anggota Ombudsman dan pernah menjadi anggota Kompolnas. Dia juga adalah dosen dan Ketua Dewan Etik Guru Besar Universitas Indonesia, anggota Komisi Kerasulan Awam KWI, Ketua Umum LP3KN, dan Ketua Paguyuban Dosen Katolik UI.

Kriminolog UI yang paham birokrasi itu memiliki rekam jejak dalam tugas-tugasnya, seperti memimpin pejabat tinggi eselon 2. Selain itu, dengan keaktifannya di Komisi Kerasulan Awam KWI, dia mengenal organ-organ Gereja Katolik Indonesia. Dia pun sudah banyak berinteraksi dengan pihak Bimas terutama ketika menjadi Ketua Umum LP3KN (penyelenggara Pesparawi).(r1)

Bagikan:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *