Tanggapi Kasus Mak Lolo, Komisi III DPR RI: Mohon Kapolda Arif dan Bijaksana

Bagikan:

DANAU-TOBA,PAKPAK BHARAT – Anggota komisi III DPR-RI, Hinca Pandjaitan memberi tanggapan terkait penahanan Hermina Boang Manalu oleh Polda saat berada di kabupaten Pakpak Bharat , Senin (12/10/2020).

Saya mendapat laporan tentang kasus mamak Lolo atau ibu Ermina Boang Manalu. Menurut Hinca sudah sepantasnya Hermina Boang Manalu atau Mak Lolo ditangguhkan, oleh Kepolisian Daerah Sumatera Utara.

“jika dilihat Mens Rea (niat jahat) , yang bersangkutan tidak memenuhi unsur sebagai Pidana, namun karena suasana pilkada ada hal tertentu, maka terjadi hal tertentu, sekali lagi, niat jahat nya sangat tidak memenuhi unsur”, pungkas anggota komisi III DPR RI tersebut.

“Saya minta Polda Sumut untuk arif dan bijaksana melihat kasus-kasus seperti ini karna hal ini bagian dari pesta demokrasi. Saya sudah cek ke Kejaksaan mengatakan bahwa kasus ini tidak memenuhi unsur pada pelanggaran Undang-undang pemilu/pilkada, sehingga kasus ini diarahkan ke pidana umum. Kalau sudah pidana umum berarti unsur kriminal didalamnya. padahal ini bagian dari pemilu, karna itu saya minta polda sumut mengeluarkan ibu Ermina. Selesaikan masalah itu, karna ini pesta demokrasi. Berbeda niat jahat di pidana umum dengan urusan pemilu”, tegasnya.

Selanjutnya Hinca Pandjaitan menjelaskan bahwa kasus mak Lolo tidak layak diproses. Mari kita lebih dewasa memahami ini, kalaupun ada kesalahan dari ibu Ermina, saya kira beliau bisa minta maaf kepada masyarakat bila ucapannya menyinggung masyarakat lainnya” jelas Hinca.

Tidak lupa kepada warga Pakpak Bharat yang akan menghadapi Pilkada Desember mendatang agar senantiasa bijak dalam bersosial media.

“Meskipun ada euforia dalam Pilkada namun harus mampu menahanan diri dan memberi edukasi yang tulus, setulus hati orang Pakpak Bharat”, pungkas Hinca.(r1/jul)

Bagikan:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *