Tiga Besar Calon Dirjen Bimas Katolik

Bagikan:

DANAU-TOBA, JAKARTA — Panitia Seleksi mengumumkan tiga nama calon Dirjen Bimas Katolik Ketiga nama tersebut adalah Adrianus Meliala, Suparman dan Yohanes Bayu Samodro. Ketiga nama ini sebelumnya masuk dalam daftar 6 besar dari 22 otang yang ikut serta dalam seleksi.

Keenam nama yang masuk dalam enam besar adalah Prof. Adrianus Meliala, Ph.D (Kriminolog UI, Anggota Ombusman RI, Mantan Anggota Kompolnas), Dr. Agustinus Wisnu Dewantara, SS, M.Hum (Dosen Sekolah Kateketik Madiun), Suparman (Eselon II pada Kementerian Kemaritiman), Yohanes Bayu Samoedro, M.Pd. (Dosen pada sebuah sekolah tinggi), Dr. Jelamu Ardu Marius, M.Si (Kepala Biro Humas dan Protokol Setda NTT) dan Drs. Ignasius, IK, M.Si (Sekda Kabupaten Sanggau).

Ketiga nama tersebut akan diajukan ke Presiden Jokowi. Dalam beberapa hari ke depan Presiden akan memilih satu dari ketiganya untuk menjadi Dirjen Bimas Katolik.

Siapa pun yang terpilih diharapkan dapat mengemban tugas sebagai Dirjen dengan penuh tanggung jawab dan cinta bagi Gereja dan Tanah Air.

Sebelumnya diberitakan, pada saat tes CAT (Computer Assesment Tes) kepada 22 bakal calon Dirjen Bimas Katolik Suparman menduduki peringkat 1.

Dari hasil CAT di BKN Suparman posisi tertinggi dari 6 orang calon yg lolos untuk seleksi berikutnya dipilih 3 orang untuk diusulkan kepada Presiden. Berikut profil Suparman yakni berpengalaman dibirokrasi, pernah menjadi kepala biro perencanaan Menko Maritim dan berhasil menaikkan 100 persen anggaran Menko Maritim. Selain itu, Suparman memiliki jaringan nasional dan kompeten dibidang perencanaan dan program yang dibutuhkan oleh Dirjen Bimas Katolik. Sebagai asisten deputi di Menko Maritim memiliki kemampuan koordinasi antar kementrian di bawah Menko Maritim. Berintegritas dan terbuka, siap bekerja sama dengan lembaga gereja di Indonesia.

Sementara Saat ini Prof. Adrianus menjabat sebagai anggota Ombudsman, pernah menjadi anggota Kompolnas. Dia juga adalah dosen dan Ketua Dewan Etik Guru Besar Universitas Indonesia, anggota Komisi Kerasulan Awam KWI, Ketua Umum LP3KN, Ketua Paguyuban Dosen Katolik UI.

Beberapa rekam jejak tersebut menunjukkan bahwa kriminolog UI itu paham birokrasi, sebab dalam tugas-tugasnya tersebut, ia ikut memimpin pejabat tinggi eselon 2. Selain itu, dengan keaktifannya di lingkungan KWI antara lain melalui Komisi Kerasulan Awam KWI), dia mengenal organ-organ Gereja Katolik Indonesia. Dia pun sudah banyak berinteraksi dengan pihak Bimas terutama ketika menjadi Ketua Umum LP3KN (penyelenggara Pesparani) itu. Sementara Yohannes Bayu Samudro adalah salah satu dosen di sekolahJakarta tinggi. (r1/Dik3)

Bagikan:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *