UNESCO Tetapkan Danau Toba Sebagai Geopark Kaldera Toba dan 6 Rekomendasi

Bagikan:

Medan |DTC
Pada hari Selasa kemarin (7/7/2020), Danau Toba resmi ditetapkan sebagai Global Geopark Kaldera Toba oleh UNESCO.

Dewan Eksekutif UNESCO menyepakati Danau Tobab sebagai UNESCO Global Geopark dalam Sidang ke-209 Dewan Eksekutif UNESCO di Paris Prancis

Selain Kaldera Toba, anggota Dewan Eksekutif juga menetapkan 15 UNESCO Global Geopark baru lainnya.

UNESCO meyakini bahwa Danau Toba memiliki kaitan geologis dan warisan tradisi yang tinggi dengan masyarakat lokal khususnya dalam hal budaya dan keanekaragaman hayati. Dalam konteks inilah, negara anggota UNESCO mendukung Danau Toba dilestarikan dan dilindungi sebagai bagian dari UNESCO Global Geopark (UGG).

l
Pada penetapan itu UNESCO juga memberi 6 masukan atau rekomendasi bagi Indonesia.
GM BP Geopark Kaldera Toba Hidayati, mengatakan bahwa status UGG itu berlaku untuk empat tahun. Sejumlah syarat dari UNESCO pun perlu dipenuhi.
Pertama, mengembangkan hubungan antara warisan geologis dan warisan teritorial lainnya seperti biotik alami, budaya, tidak berwujud melalui interpretasi, pendidikan dan wisata. Termasuk melatih pemandu lokal, pariwisata, operator dan masyarakat setempat dan lainnya. Kemudian tentang tautan antara geologi dan ekologi, untuk diaktifkan berbagi pengetahuan dengan pengunjung.

Kedua mengembangkan strategi kemitraan yang mencakup metodologi dan kriteria yang jelas untuk menjadi mitra. Hal itu berlaku untuk akomodasi, katering, penyedia transportasi, penyedia aktivitas dan produsen produk lokal.

Ketiga, memperkuat keterlibatan dalam aktivitas Global Geoparks Network dan Asia Pasifik Jaringan Geoparks untuk mempromosikan nilai internasional wilayah melalui kemitraan dengan Global Geoparks di bawah payung UGG.

Keempat, mengembangkan strategi pendidikan dengan bekerja dalam kemitraan dengan UGG lainnya.

Kelima, meningkatkan strategi dan kegiatan pendidikan untuk memfasilitasi mitigasi bahaya alam dan perubahan iklim di sekolah-sekolah untuk populasi lokal.

Terakhir, memperkuat keterlibatan UGG dalam studi penelitian, konservasi dan promosi penduduk asli setempat dan budaya serta bahasa mereka.

“Enam rekomendasi itu akan segera dijalankan GKT. Masuknya GKT menjadi UGG sangat membanggakan dan akan menguntungkan Sumut dalam banyak hal, khususnya di sektor pariwisata,” pungkas Hidayati.

Hadirnya status Global Geopark oleh UNESCO untuk Kaldera Toba pun semakin meningkatkan nilai dari objek wisata andalan Sumut tersebut.(Detikcom)

Bagikan:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *